Untuk hari ini, sudah kuniatkan sedari pagi bahwa akan kucari tempat dimana bisa menyaksikan terbenamnya mentari dengan nyaman. Ounta (sebutan untuk sepeda motor andalan yang kupakai aktivitas setiap hari) sudah aku siapkan, sembari menggosok sedikit debu yang menempel di beberapa area body motor agar terlihat bersih dan nyaman dikemudikan. Ounta inilah yang nanti bersama menjejaki jalan sampai tujuan.
Cahaya mentari perlahan bergeser ke barat, tepat pukul 15.40 adzan ashar di kumandangkan. Bergegas menunaikan sholat dan memehon beberapa do'a, tentu do'a untuk ibu/bapak tidak pernah alpa dari panjatan. Setelah ritual sholat selesai segera kuambil perlengkapan untuk di bawa. Hp, headset, topi dan pakaian seadanya akan membantu untuk mempercantik objek di detik-detik tenggelamnya mentari, tentu akan memberi hasil potretan yang bagus. Akhirnya, Perjalanan pun berlangsung..
Setiba disana, lokasi dimana tempat ku tuju. Tuada, iya pantai tuada namanya.
Tampak beberapa anak remaja sedang berdiri di depan pintu masuk. "Om karcis Rp.5000" sapaan pertama saat berada didepan pintu masuk. Dalam hatiku "sialaan aku dipanggil om😃". Dompet kalasik berumur 3 tahunan yang sudah tampak tua dan sobek itu kuambil dari saku celana belakang "nih adik" ku sodorkan uang Rp.5000, dan masuk lah aku ke pantai itu.
Pantai Tuada letaknya di sebuah desa yang ada di kabupaten Halbar. Ya Desa Tuada. Lautnya mebiru nan jernih garis pantai melikuk indah, ombak menari dan aromanya dibawa angin nampak segar rasanya bila dipandang. Singkat cerita dulu 4 tahun lalu pantai itu pertama di kunjungi oleh group band Noah yang kebetulan diundang oleh buapati halbar yang menjabat saat itu. Agendanya adalah mengisi acara puncak kegiatan Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang merupakan program pemerintah Halbar setiap tahun. Lalu kemudian pantai itu diresmikan oleh pemerintah halbar sebagai tempat parawisata. Sekarang pantai ini telah dikelolola dan sementara dalam penataan.
Aku berjalan di bibir pantai, sesekali menendang air. Berjalan dan terus berjalan, sambil melihat-lihat area yang dibangun jembatan di atas air rupanya banyak pengunjung yang sedang memantau dan sebagian mengambil potret foto dengan keluarga. Mereka begitu menikmati, sebagian lainya berkumpul di sebuah rumah kecil menyanyikan lagu dan besenda gurau. Beberapa pasangan duduk terpisah saling menyuapi satu sama lainnya (yang kek gini nih perlu dirazia hehe).
Satu jam berlalu, tibalah monent yang ditunggu. SUNSET. woow indahnya, rasanya semuah letih terlepas dan harapan yang pudar kembali datang. Mantaplah pokoknya. aku pun tidak ingin melewati moment ini, HP 5 inch bermerek ASUS aku keluarkan untuk mengabadikan gambar dan mentadabburi ciptaan Tuhan. Begitu Maha BesarNya Ia menciptakan semesta dan Maha IndahNya Ia mengatur proses siklus kehidupan.
Maka nikmat Tuhan manakah lagi yang engkau dustakan ?
"Allahu Akbar, Allahu Akbar" Adzan magrib terdengar. Pulang..
Tuada bercerita
3 november 2017.


Tulislah sebayak2nya.. n bacalah kembali tulisan itu ketika kmu sengang.. smga bsa menjadi sebuah buku yg bermanfaat kelak
BalasHapusAamiin.
HapusTerimakasih motivasinya :)